Persaingan di pasar gadget akan semakin ketat. Sebentar lagi, PT Hartono Istana Teknologi, produsen barang elektronik merek Polytron, akan masuk ke pasar netbook dan ponsel. Hartono akan merakit sendiri ponsel dan netbook tersebut.

Santo Kadarusman, Manajer Humas dan Promosi Polytron, bilang, perusahaannya optimis produk-produk yang dirakitnya akan bisa bersaing. Pasalnya, Polytron akan mengkampanyekan produk-produk tersebut sebagai ponsel dan netbook merek dan buatan lokal. Minimal 40 persen dari komponen perangkat gadget tersebut akan dipasok oleh lokal.

Ponsel dan netbook buatan Hartono tersebut tentu saja akan mengusung merek miliknya yang sudah dikenal masyarakat, yakni Polytron. Hartono akan memproduksi ponsel dan netbook di pabrik Polytron di Sayung, Semarang.

“Poky artinya banyak, tron diambil dari elektronik. Kami memang selalu berusaha menyediakan produk elektronik sebanyak mungkin,” ujar Santo kepada Kontan, pekan silam.

Khusus uhtuk ponsel, rencananya Polytron akan meluncur produk perdananya akhir 2010. Sebetulnya, Polytron berniat merilis ponsel sejak pertengahan tahun lalu. Namun, pesatnya perkembangan gaya dan aksesoris di pasar ponsel memaksa perusahaan ini menunda niatnya itu.

“Karena setiap kali kami mau tampilkan, eh, sudah ada kompetitor yang merilis model itu. Terpaksa kami godok lagi,” ujar Santo. Polytron akan meluncurkan ponsel yang menyasar kelas low end.

Santo memandang, ekspansi ke bisnis ponsel akan memperkuat merek Polytron. Ini dimungkinkan karena ponsel selalu dibawa ke mana-mana oleh pelanggan. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia berada di kelas menengah ke bawah, maka ponsel yang akan diluncurkan Polytron pun akan menyasar kelas low end.

Netbook tahun depan Adapun untuk netbook, Polytron baru akan meluncurkannya tahun depan. Santo memandang, netbook yang murah-meriah membuat produk ini lebih cepat terserap pasar ketimbang laptop atau desktop. Itu sebabnya perusahaannya ingin menjajal pasar komputer jinjing ukuran 10 inci. Sayangnya, Santo belum mau membocorkan nilai investasi yang digelontorkan perusahaan untuk aksi ini.

Masuknya pemain baru di bisnis gadget tak membuat gentar pemain lama. Sebut saja Lenovo, produsen komputer asal China. Lenovo mengaku tak khawatir lantaran pasar netbook masih terbuka lebar.

“Meski banyak pemain baru, namun kesadaran konsumen akan gadget sudah semakin tinggi,” kata Cungcien, Manajer Pengembangan Bisnis Lenovo Indonesia.

Sutiono Gunadi, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), membenarkan, potensi pasar netbook di Indonesia memang masih besar. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap perangkat koneksi internet selalu meningkat setiap tahun. “Makanya, animo untuk netbook masih bagus,” ujarnya.
| kompas |