Wildfire adalah ponsel berbasis Android yang diciptakan sebagai versi murah dari Desire. Dengan banderol Rp 3,7 juta, Wildfire menjadi ponsel Android terbaru paling murah dari HTC yang beredar di Indonesia.

Harga itu memang masih menempatkan Wildfire di atas sejumlah ponsel Android level pemula lainnya yang bermain di kisaran harga Rp 1,8 juta. Adanya gap harga ini tak serta-merta membuat HTC khawatir.

“Kami memiliki kelas tersendiri,” kata Agus Sugiarto, Country Manager HTC Indonesia, pada saat peluncuran Wildfire, 14 Juli lalu.

Hampir dua pekan kami “bermain-main” dengan ponsel yang bentuknya sangat mirip Desire itu. Perbedaan terbesar keduanya adalah soal ukuran dan kualitas ketajaman layar.

Wildfire memakai layar berukuran 3,2 inci dengan dimensi 106,75 x 60,4 x 12,18 milimeter. Bila diperhatikan, Wildfire hampir sama lebar dan tebal dengan Desire, tapi lebih pendek.

Soal ukuran yang lebih buntet ini sebetulnya memiliki keuntungan tersendiri. Wildfire terasa lebih enak digenggam dan disimpan di saku.

Tampilan layarnya memang tak sejernih Desire. Inilah yang langsung terasa saat pertama kali Anda menyalakannya. Resolusinya adalah QVGA 240 x 320 piksel.

HTC meminimalkan penggunaan tombol fisik. Tombol Home, Menu, Kembali, dan Google Search memakai tombol sentuh, bukan tombol fisik seperti pada Desire. Namun tombol navigasi trackpad optik tetap dipertahankan.

Soal kenyamanan penggunaan, Wildfire sama dengan Desire. Layar sentuhnya yang memakai antarmuka HTC Sense sama asyiknya dengan model Android lain dari HTC.

Namun, dengan layar yang sedikit lebih kecil dari Desire, kenyamanan kita saat mengetik dengan tombol keyboard QWERTY virtualnya sedikit berkurang.

HTC menanamkan kamera 5 megapiksel dengan lampu flash yang bisa berfungsi sebagai senter apabila kita mengunduh aplikasinya dari Android Market.

Lagi-lagi amat disayangkan HTC tak menyediakan memori internal yang cukup untuk menyimpan berkas multimedia. Untuk memotret, kita mesti menanamkan kartu memori eksternal dengan kapasitas maksimal 32 gigabita.

Daya tahan baterainya juga terbilang cukup. Dengan penggunaan yang sering, ia masih bisa bertahan selama dua hari. Sementara itu, dalam kondisi standby, ia bisa bertahan sampai 480 jam.

Tadinya kami berpikir bahwa untuk memangkas harga HTC mesti membuang jaringan 3G dari dalamnya. Ternyata tidak. Selain mempunyai jaringan 2G GSM/GPRS/EDGE 850/900/1.800/1.900 MHz, ia memiliki jaringan HSDPA/WCDMA 900/2100 MHz dengan kecepatan unduh sampai 7,2 megabita per detik.

Beberapa fitur yang ada di dalamnya adalah FriendStream untuk mengakses berbagai jejaring sosial dalam satu antarmuka, G-Sensor, kompas digital, sensor kedekatan, dan sensor cahaya.

Kebanyakan fitur bisa Anda temukan di ponsel Android lain dari HTC. Namun satu hal yang terbilang baru adalah unsur “kesopanan” di dalamnya.

Jadi, ketika ada panggilan masuk dan Anda mengangkat ponsel dari posisinya diletakkan, maka volume nada dering akan otomatis berkurang. Bila Anda tak ingin menjawab panggilan tersebut, cukup letakkan kembali ponsel dalam posisi terbalik, maka nada dering akan mati dan panggilan akan masuk ke kotak suara.

DEDDY SINAGA
| tempo |