Sebuah studi yang dilakukan The National Academy of Sciences berusaha memetakan kerja otak dengan cara melacak sirkuit otak. Penelitian yang dilakukan Richard H. Thompson dan Larry W. Swanson ini mengidentifikasi sirkuit otak melalui “titik-titik” yang berhubungan atau memberikan respon terhadap nikmat tidaknya makanan.

Sebagaimana biasa, dua ilmuwan itu menggunakan otak pada tikus untuk diuji coba. Ternyata koneksi jaringan berpikir otak terlalu rumit untuk dijelaskan dari ilmu biologi molekular dan metode komputasi.

Meskipun rumit, Swanson menegaskan pendapat ilmuan tradisional yang menyatakan kerja otak diorganisasikan sebagai hirarki. Bagian otak yang paling dalam memiliki kemampuan “lebih tinggi” ketimbang bagian otak luar karena menjadi pusat berpikir. Adapun pendapat terbaru, yaitu kerja otak mirip seperti jaringan internet yang dapat terhubung kemana-mana tanpa batas.

“Ini memang sirkuit yang rumit, tapi bukan hierarki apalagi organisasi. Tidak ada bagian atas atau bawah,” tegas Swanson.

Dalam penelitian tersebut, ketika seekor tikus makan suatu makanan, Swanson dan Thompson kemudian menelusuri sinyal “cita rasa” yang “berjalan” di otaknya dan ternyata polanya tidak hanya satu. “Ada lebih dari empat link di sirkuit otak hewan yang sama pada waktu yang sama,” kata Swanson.
| tempo |

Iklan