Belakangan ini, kehidupan nyata lebih dramatis ketimbang sinetron. Susno Duadji contohnya. Jenderal bintang tiga itu ditahan institusinya sendiri. Ia menjadi tersangka penerima suap.

Padahal, belum lama berselang, Susno Duadji membuka sejumlah borok institusi yang membesarkannya. Dialah yang mengawali kehebohan soal Gayus, soal sejumlah polisi yang bermain kasus dengan imbalan duit, soal makelar kasus yang dekat dengan para jenderal polisi, dan yang terakhir, Susno berjanji mengungkap skandal pajak sebesar Rp 250 triliun! Tapi ia lalu ditahan.

Sebelumnya, Susno ‘dinobatkan’ menjadi maskot buaya dalam perang cicak KPK vs buaya Polri. Belakangan, Susno menyatakan analogi cicak vs buaya, yang muncul dari mulutnya dalam wawancara dengan Majalah Tempo, telah salah diinterpretasikan. Dalam wawancara dengan The New York Times baru-baru ini, ia justru mengaku sayang pada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah penahanan Susno karena dendam. Untuk sementara, akan sulit mendengar suara jenderal yang tipikal wajahnya tak cocok untuk tokoh protagonis di sinetron itu. Tapi, realitas bukan sinetron. Maka, kami bertanya kepada Anda: percaya Polri atau Susno? Mengapa?

Iklan