Penyerang Atletico Madrid, Diego Forlan, mencetak dua gol yang menentukan kemenangan timnya 2-1 atas Fulham, di babak final Liga Europa, di HSH Nordbank Arena, Rabu (12/4/2010).

Tipisnya skor memang mencerminkan alotnya pertandingan kedua kubu. Sama-sama mengusung ambisi juara, kedua kubu sama-sama bermain sangat hati-hati.

Permainan pun berjalan monoton dan membosankan, sampai Diego Forlan melepaskan tembakan yang, sayangnya cuma membentur tiang gawang, pada menit ke-12.

Atletico belum menciptakan ancaman baru, ketika Fulham menggulirkan serangan balasan yang nyaris membuahkan gol dari Davies. Sayangnya, bola masih bisa diamankan De Gea.

Selanjutnya, tak satu pun peluang tercipta, sampai Diego Forlan berhasil membobol gawang Mark Schwarzer pada menit ke-32. Memanfaatkan bola tembakan Sergio Aguero yang meleset, Forlan menyonteknya masuk gawang Schwarzer.

Sayang keunggulan itu tak bertahan lama. Lima menit setelahnya, Fulham menyamakan kedudukan melalui Simon Davies. Memanfaatkan umpan silang Zoltan Gera, ia menjejalkan bola ke gawang De Gea.

Pertukaran gol itu tak diikuti oleh meningkatnya intensitas serangan dari kedua kubu. Pertandingan pun kembali berjalan monoton, dan kali ini tanpa peluang, apalagi gol, sampai akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, kedua kubu bermain lebih agresif dan terbuka. Serangan Fulham terlihat lebih efektif karena dalam beberapa kesempatan, mereka mampu menuntaskan serangan dengan tembakan akurat.

Pada menit ke-52, misalnya Gera melepaskan tembakan tepat ke gawang. Namun, De Gea berhasil menangkap bola.

Delapan menit berselang, sementara Atletico belum menciptakan peluang gol, Fulham kembali menebar ancaman melaui Davies. Dari tengah kotak penalti, ia melepaskan tembakan yang, masih bisa dijangkau tangan De Gea.

Tekanan-tekanan Fulham memaksa Atletico menurunkan tempo permainan dan memperbaiki penguasaan bola. Perubahan ini disikapi oleh Fulham dengan bermain lebih ngotot mengejar dan merebut bola.

Laga terus berlangsung dengan sengit dan diwarnai sejumlah pelanggaran. Namun, skor 1-1 tak berubah, sampai peluit berbunyi panjang.

Kedua kubu sama-sama tampak tegang mengawali babak tambahan yang pertama. Pertandingan pun berjalan lambat dan cuma membuahkan satu peluang, yang diciptakan Atletico melalui tembakan Sergio Aguero pada menit ke-105, yang melenceng begitu tipis dari sasaran.

Selain raut-raut wajah para pemain yang semakin tegang, permainan tak banyak mengalami perubahan di babak tambahan kedua. Selama 15 menit terakhir menuju adu penalti ini, tak ada peristiwa apa pun yang penting, selain kartu kuning yang diterima Salvio pada menit ke-107 dan Clint Demspsey pada menit ke-114.

Namun, gelar juara batal ditentukan melalui adu penalti, karena pada menit ke-116, Atletico Madrid berhasil mengungguli Fulham, berkat gol Forlan.

Gol bermula dari pergerakan Aguero di sektor kanan pertahanan Fulham, yang berujung sebuah umpan matang. Forlan dengan cermat menyambut bola dan mengirimnya masuk gawang Schwarzer.

Gol itu tak memberikan Fulham pilihan selain menyerang. Disertai rasa tegang, mereka berusaha secepat mungkin mengalirkan bola ke depan setiap berhasil menguasainya.

Namun, Atletico dengan tenang meladeni kegusaran Fulham dengan penguasaan bola dan koordinasi lini tengah yang solid. Meski gagal menambah gol, setidaknya mereka berhasil mempertahankan keunggulan sampai laga berakhir.

Susunan pemain:
Atletico: 43-David De Gea; 17-Tomas Ujfalusi, 3-Antonio Lopez, 21-Luis Perea, 18-Alvaro Soto Dominguez; 20-Simao (9-Jose Manuel Jurado 68), 12-Silva Paulo Assuncao; 19-Jose Antonio Reyes (14-Eduardo Salvio 78), 7-Diego Forlan, 10-Sergio Aguero (2-Valera 119)
Fulham: 1-Mark Schwarzer; 3-Paul Konchesky, 6-Chris Baird, 18-Aaron Hughes, 5-Brede Hangeland; 20-Dickson Etuhu, 16-Damien Duff (10-Erik Nevland 84), 13-Danny Murphy (27-Jonathan Greening 118), 29-Simon Davies, 11-Zoltan Gera; 25-Bobby Zamora (23-Clint Dempsey 55)

bola.kompas.com