Para aktor dalam film Cowboys in Paradise, semuanya tidak mengetahui jika rekaman gambar mereka menjadi proyek film dokumenter dengan judul Cowboys in Paradise, atau film tentang gigolo di bali, karenanya para anak pantai ini menuntut agar film ini tidak diedarkan.
Ditemui wartawan di pantai Kuta, beberapa aktor yang terekam dalam film garapan Armit Virmai,antara lain Arnold, Argo, Pendy dan Boby mengaku tidak tahu menahu, soal film dokumenter yang pengambilan gambarnya dilakukan tahun 2007.
Arnold yang terlihat dalam pembukaan film dengan memakai kacamata dan menyapa turis wanita tersebut, mengaku tidak pernah diberi tahu jika film ini akan digunakan sebagai film dokumenter. “Dia hanya bilang mengambil gambar untuk dokumentasi sendiri,” ujar Arnold pria asal Jawa Timur, Rabu (28/4/2010)
Pria dengan rambut pirang ini, juga tidak menerima bayaran apapun saat pengambilan gambar. “Saya hanya dibelikan minuman dan dia tidak memberikan bayaran uang sepeser pun,” tegasnya.
Hal tak jauh beda disampaikan Argo yang dalam film itu terlihat tengah asyik dipijat seorang bule wanita, juga tidak menyangka jika film ini akan diedarkan dalam bentuk film dokumenter.
Bahkan ia juga tidak tahu jika Amit mengambil gambarnya. “Dia tidak pernah minta izin mengambil gambar ini untuk dijadikan film dokumenter,” tegasnya didampingi beberapa pemeran film lainnya Boby dan Pendy yang dalam film kontroversial itu sedang bermain gitar ini.
Karenanya, mereka menuntut agar film ini tidak lagi diedarkan karena membuat kesan buruk terhadap dirinya maupun rekan-rekannya lainnya di Pantai yang selama ini bergelut di papan surfing. “Keluarga saya sampai menanyakan kebenaran status gigolo ini,” ujarnya serius.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan fimm dokumenter yang menghebohkan tersebut. Kabidhumas Kombes Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra sebelumya menyatakan segera akan memanggil mereka yang terliibat dalam pembuatan film tersebut.