Selama ini robot identik dengan kaku, tapi tidak dengan robot RAPHaEL. Sentuhannya sangat halus, bahkan bisa memegang bohlam dan telur mentah tanpa memecahkannya.

RAPHaEL yang merupakan kependekan dari Robotic Air-Powered Hand with Elastic Ligaments itu memang bukan robot humanoid, bahkan sesuai namanya, ia hanya berupa tangan. Robot tersebut dibuat mahasiswa Laboratorium Robotika dan Mekanika Universitas Teknologi Virginia, AS.

Gerakan tangannya diatur tenaga angin yang dikeluarkan tangki berisi udara mampat bertekanan tinggi. Setiap jarinya terhubung ke alat pengatur yang dapat dikendalikan secara terpisah. Tekanan kecil akan menghasilkan gerakan jari yang lambat dan tekanan tinggi gerakan cepat dan kombinasinya mengatur kekuatan cengkeraman.

Namun, yang membuatnya unik karena pengaturannya tidak secara manual. Gerakan masing-masing jari telah diatur secara serempak menggunakan satu aktuator untuk mengatur gerakan semua jari secara serempak.

“Ini sangat menarik dan sangat bagus untuk menggerakkan jari-jari dengan cara sederhana, elegan, dan murah,” ujar pembimbing laboratorium, Dennis Hong. Mekanisme tersebut memenangi penghargaan Kontes Inovasi Institut Kompresi Udara dan Gas tahun 2008-2009.

Menurut Hong, pada pengembangan berikutnya, mungkin dapat dibuat bahasa program untuk aplikasi yang mengatur gerakan tangan. Hal tersebut akan menambah canggih sistem tangan buatan bagi penderita cacat atau kebutuhan industri.

WAH
Sumber : National Geographic News,kompas

Iklan