Konglomerat media, Rupert Murdoch menganjurkan agar setiap orang yang membaca berita surat kabar di internet, seperti Koran dalam versi e-paper, harus dikenakan biaya. Hal itu, sebaiknya dilakukan oleh seluruh surat kabar jika ingin tetap bertahan di tengah persaingan industri media.

Murdoch yang membeli The Wall Street Journal pada 2007 mengungkapkan pendapatan iklan online yang diperoleh sejumlah penerbit surat kabar di Amerika Serikat (AS) tidak akan mampu menutupi seluruh pengeluaran perusahaan.

“Orang membaca berita secara gratis di internet, tampaknya hal seperti itu harus diubah,” kata Murdoch saat berbicara di acara The Cable Show, Washington, seperti dikutip dari Reuters (3/4/2009).

Murdoch mencontohkan, surat kabar yang merupakan pesaingnya, The New York Times yang dinilai memiliki situs berita paling popular di� AS. Menurutnya, New York Times tetap belum mampu menutupi seluruh pengeluarannya.

Sejumlah media online yang dimiliki Murdoch seperti� New York Post, Times of London dan sejumlah media di Inggris dan Australia memang masih dapat diakses secara gratis. Namun, untuk Wall Street Journal versi online, Murdoch telah mengenakan biaya bagi� para pembaca.

Murdoch mengungkapkan biaya yang dikenakan untuk para pembaca Wall Street Journal memang bukanlah cara tepat tapi setidaknya cara tersebut dapat membantu keuangan perusahaan media.

“Memang itu bukanlah cara jitu, tapi tidak juga buruk,” katanya.

wah, pasti bakalan tambah ruwet deh dunia ini.

okezone.com