Istilah narsis sering kita gunakan saat melihat teman yang senang berfoto-foto, atau memajang fotonya di setiap perlengkapan pribadinya. Namun sifat narsisistik ternyata tidak sesederhana itu. Saat Anda terperangkap dalam hubungan dengan seseorang yang narsisistik, Anda tak akan dapat menjalankan hubungan yang bersifat take and give. Si Dia maunya seluruh perhatian terpusat padanya melulu!

Narsis, yang dikategorikan sebagai kelainan kepribadian, atau kelainan karakter, adalah perilaku yang terpusat pada diri sendiri, yang muncul dalam bentuk pemikiran dan perilaku dalam banyak situasi dan aktivitas yang berbeda. Orang yang memiliki kelainan ini sulit mengubah perilakunya, meskipun telah menyebabkan masalah di lingkungan pekerjaan, atau ketika apa yang mereka lakukan menyebabkan orang lain kesal, atau ketika Anda sebagai pacar memprotes perilakunya. Bahkan psikiater pun akan sulit menolongnya, karena penderita narsisistik berkeras bahwa masalah mereka justru karena orang lain tidak mau menyadari betapa istimewanya diri mereka.

Jumlah penderita kelainan ini ternyata cukup banyak. “Banyak wanita di New York yang mengeluh bahwa pasangan mereka narsisistik,” ujar Julia Sokol, penulis buku Help! I’m in Love with a Narcissist.

Kota New York dipilihnya sebagai lokasi penelitian, karena kota yang menjanjikan banyak kemungkinan seperti ini umumnya memikat para pemilik kepribadian narsisistik. “Seorang narsisistik selalu mengatakan bahwa mereka hebat, pintar, dan berbakat, dan kita ingin mempercayai mereka karena kita ingin menjadi bagian dari mimpi yang sama,” papar Sokol.

Jika pacar Anda narsisistik, Anda tak akan ribut hanya karena berebut cermin saja. Masalahnya akan lebih kompleks, dan hubungan itu sendiri akan sulit dijalani. Psikolog Cooper Lawrence mengatakan, “Orang narsisistik kurang mampu menjalani hubungan, karena mereka tidak tertarik pada apa yang dialami orang lain. Hubungannya hanya menjadi satu arah.”

Setiap orang sebenarnya memiliki sifat dasar narsisistik, dan hal itu sebenarnya wajar saja. Tetapi ketika Anda ingin selalu dikagumi dan dihargai, hal ini tidak wajar lagi. Sebagai contoh kasus perceraian Peter Cook dan aktris-model Christie Brinkley. Psikiater Cook dalam kesaksiannya pada sidang perceraian pasangan tersebut menyatakan Cook sebagai seorang narsisistik. Ia ingin selalu mendapat pengakuan bahwa dirinya hebat, tampan, dan sukses. Oleh karena itu Cook berselingkuh dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, yang mengagumi dan mengakui kehebatannya.

Pacar juga senang jika Anda mampu berdandan cantik. Bukan karena ia senang jika penampilan Anda dipuji orang lain, tetapi karena ingin pujian itu dialamatkan kepadanya: bahwa IA memiliki pacar cantik. Ia akan mengarang-ngarang cerita aneh atau bertingkah laku menyebalkan jika Anda sedang bersama teman-teman dan tidak memperhatikan dirinya.

Untuk menghadapi pasangan yang narsisistik, ada satu hal sederhana yang bisa Anda lakukan. Cari tahu apakah pasangan Anda lebih memperhatikan kebutuhannya daripada kebutuhan Anda. Sampaikan pada pasangan, apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan Anda. Kalau pasangan bersedia mendengarkan dan membantu Anda, maka hubungan Anda masih dapat dilanjutkan. Anda hanya perlu membiasakan diri untuk menyampaikan keinginan dan mengetahui reaksinya. Namun bila pasangan terus-menerus mengalihkan perhatian, lebih baik Anda hentikan saja hubungan tersebut.

din
Sumber : New York Daily News
Edit : kompas.com