LONDON – Pada tahun 1991 seorang turis Jerman tanpa sengaja menemukan mumi manusia es yang diberi nama Otzi. Dia ditemukan di Pegunungan Alpen bagian Timur, pada bagian bawah lapisan es. Ketika ditemukan, tubuhnya dalam keadaan membeku namun tidak membusuk.


Manusia es yang diperkirakan hidup pada 5200 tahun lalu itu awalnya tewas karena luka tusukan anak panah pada bagian bahunya. Diduga, disaat-saat terakhirnya, Otzi sedang memakan daging.

Oleh Profesor James Dickson dari University of Glasgow, Inggris, pendapat tersebut pun dipatahkan. Sebab, sebuah temuan baru mengungkapkan bahwa Otzi mati tidak dalam keadaan sedang memakan daging. Hal ini dibuktikan dengan temuan lumut di dalam tubuhnya.

“Tim kami menemukan 6 jenis lumut yang berbeda di dalam perut manusia es ini,” ujar Profesor James Dickson, seperti yang dilansir sciencedaily, Selasa (2/12/2208).

Faktanya, lumut yang ditemukan itu merupakan jenis cendawan yang tidak enak dimakan dan tidak bergizi. Oleh Dickson diprediksi Otzi ini telah menelan lumut saat meminum air di sungai, atau menjadikan lumut ini sebagai pembungkus makanannya.

“Ada beberapa spekulasi. Bisa juga dia sengaja membawa lumut tersebut untuk mengobati lukanya. Namun lumut tersebut masih menempel ditangan dan tidak sengaja tertelan saat Otzi menggunakan tangannya untuk makan dan minum,” jelas Dickson menambahkan.

Yang jelas, Otzi si manusia es ini tewas ketika menginjak usia 45 tahun. Diprediksi, semasa hidupnya dia menjalani profesi sebagai seorang pemburu. Dan luka akibat anak panah itu mungkin didapatkannya saat bertemu musuhnya. (srn)

Iklan